Setiap pengguna internet pasti ada saja yang tidak memiliki kesadaran terhadap perbuatannya. Banyak sekali faktor penyebab cyberbullying, seperti kurangnya edukasi pada setiap pengguna sosial media, kurangnya pantauan orang tua,dan kurangnya empati. Maka dari itu sebaiknya kita mengetahui dan mengedukasi setiap pengguna internet.
APA ITU CYBERBULLYING?
Menurut pandangan psikiater dan ahli kesehatan jiwa. Cyberbullying bukanlah sekedar candaan di internet, melainkan suatu tindakan yang agresif yang di sengaja secara berulang, melalui sosial media digital yang sangatlah merugikan mental korban. Psikiater menyoroti bahwa dampaknya sangatlah merusak mental. Prilaku cyberbullying bisa di lakukan siapapun, di usia berapapun. Dan prilaku sangatlah berdampak serius pada kesehatan mental korban. Cyberbullying pada media sosial, apakah itu tiktok, twitter, instagram, dan lain-lain, sangatlah menyinggung perasaan korban dan bisa berpengaruh pada kehidupan sehari hari sang korban.
Seorang influenser bernama Fujianti Utami Putri, juga mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakan pada sosial medianya. Ia sering mendapatkan serangan bully pada kolom komentar sosial medianya. Yang hal itu diakui langsung oleh orang terdekatnya.
Pada tanggal 7 November 2025, Ayah Fuji memberikan fakta bahwa selama ini anaknya di-bully pada sosial medianya. “Anak saya ngga ngapain, tapi semuanya salah aja bagi orang” yang ia katakan pada acara trans tv Pagi-Pagi Ambyar.
Dan pada tanggal 4 November 2025, pada podcast “Close The Door”, temannya, Erika Carlina pun mengakui bahwasannya fuji mendapatkan bully pada sosial media.


