u3-Octavia-removebg-preview
KESEHATAN MENTAL: Ketakutan, Kecemasan, Masalah Psikosomatik, dan Kesedihan serta Depresi yang Terjadi pada Usia Fini

Pernahkan kamu mengalami kecemasan, merasa sendiri, atau bahkan depresi? Mungkin kamu sedang mengalami gangguan mental. Eits, jangan salah sangka dulu. Gangguan mental tidak selalu ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang sering kamu lihat di jalanan sana. Jadi, apa itu gangguan mental? Biasanya gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi pola pikir, perasaan, perilaku seseorang menjadi terganggu hingga berdampak dalam kehidupan sehari hari.

Apa itu Kesehatan Mental?

Kesehatan Mental adalah keadaan pikiran, emosi, dan perasaan seseorang yang membuatnya menjalani hidup dengan baik. Dengan kondisi kesehatan mental yang baik, seseorang dapat berpikir lebih jernih, bisa mengelola emosinya dengan baik, dapat menghadapi tekanan hidup, serta menjalani hubungan sosial yang sehat.

Menurut buku Kesehatan Mental Anak dan Remaja yang ditulis oleh Dr.Elly yuliandari, Msi, Psikolog (Editor), Dr.Mary Philia Elisabeth, S.Psi., Psikolog, Taufik Akbar Rizqi Yunanto Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, masalah emosional, perilaku, dan sikap pada anak pra sekolah mulai ditemukan sejak dini. Gangguan tersebut dapat terjadi karena hambatan dalam kemampuan perkembangan anak, tempramen, dan pola pengasuhan anak. Pada anak anak, definisi masalah kejiwaan akan bergantung pada pandangan profesional dan orang tua mengenai harapan perilaku normal apa yang seharusanya dan dianggap penting. Hal ini akan tergantung pada apakah orang tua ataupun perawat kesulitan dalam mengatasi perilaku anak sehingga membuatnya mengalami distres.

 

Apa saja faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental?

Faktor penyebab kesehatan mental yang biasa terjadi dapat digolongkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosial budaya.

  1. Faktor Biologis

Faktor biologis dalam kesehatan mental merujuk pada pengaruh fisik dan fisiologis internal seperti genetika, kimia otak, hormon, dan struktur otak yang memengaruhi konisi mental seseorang.

  1. Faktor Psikologis

Faktor psikologis dalam kesehatan mental adalah elemen internal yang berkaitan dengan pola pikir, emosi, perilaku, dan pengalaman hidup individu yang memengaruhi kesejahteraan mental.

  1. Faktor Sosial Budaya

Faktor sosial budaya sangat berpengaruh tgerhadap kesehatan mental melalui pembentukkan persepsi, norma, dan dukungan sosial.

Pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan Mental

Jika kita mendengar kata “kesehatan mental”, sering kali yang terbersit dalam pikiran kita sesuatu yang negatif. Jangan dipungkiri bahwa ditengah-tengah masyarakat kita, kata kesehatan mental belum begitu familiar sehingga kita langsung men-judge orang dengan kesehatan mental. Karena itu, banyak yang bahkan menjauhinya. Takut kalau nanti dia akan “tertular” juga. Padahal, orang yang mentalnya sedang tidak baik-baik saja, justru harus kita dekati. Bila perlu kita beri perhatian lebih, agar ia merasa tidak sendiri. Support dari orang-orang disekitarnya akan sangat membantunya dalam proses pemulihannya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait